
majalahnteral.com | Ngawi – Ngawi semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah penyumbang pangan terbesar di Indonesia. Dengan produksi beras yang terus mengalami surplus, Ngawi kini siap menjadi penopang kebutuhan pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Supardi, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, produksi padi di daerah tersebut mencapai 771.251 ton gabah kering panen. Dengan luas lahan pertanian sebesar 50.715 hektare yang memiliki tiga kali masa tanam per tahun, Kabupaten Ngawi optimis produksi padi akan meningkat di tahun 2024.
“Untuk meningkatkan produksi padi, kami terus menjalankan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Saat ini, sekitar 25% dari total luas lahan pertanian kami sudah menerapkan konsep PRLB,” ujar Supardi (25/11/2024).
Supardi menambahkan bahwa berbagai inovasi dan langkah strategis terus digalakkan untuk memperluas implementasi pertanian ramah lingkungan di Ngawi. Salah satu program unggulan adalah Electricity for Farming yang bekerja sama dengan PLN, untuk memastikan akses listrik mendukung kegiatan pertanian. Selain itu, program mandiri benih In-situ juga diluncurkan untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas yang mudah dijangkau oleh petani.
“Kami juga bekerja sama dengan offtaker untuk memastikan hasil panen petani memiliki pasar yang jelas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional,” lanjut Supardi.
Di sisi lain, Pemkab Ngawi terus melakukan mitigasi dampak perubahan iklim, termasuk memperbaiki sistem irigasi tersier, menyediakan pompa air dan sumur submersible, hingga memanfaatkan varietas padi yang tahan terhadap kondisi kering. Bantuan benih juga diberikan kepada petani untuk mendorong produktivitas mereka di tengah tantangan cuaca.
Dengan langkah-langkah ini, Ngawi diharapkan dapat memperluas cakupan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, meningkatkan mutu hasil produksi, dan memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan nasional yang mendukung ketahanan pangan Indonesia. “Kami optimis Ngawi mampu menjawab tantangan nasional dan terus berkontribusi untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat,” pungkas Supardi. (tim)

