
majalahnetral.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kongres Advokat Indonesia (KAI) dibuka secara resmi oleh Presiden KAI Siti Jamaliah Lubis. Lebih dari 300 perserta perwakilan 34 DPD KAI se-Indonesia hadir memenuhi lokasi Rakernas yang dilaksanakan pada tanggal 30-31 Mei 2022 di di Grand Preanger Hotel Bandung, Jawa Barat. Presiden KAI yang akrab disapa Kak Mia ini menandai pembukaan Rakernas yang bertepatan dengan HUT ke-14 KAI dengan 14 kali pukulan gong.
Dalam sambutannya, Kak Mia menantang para pengurus DPD KAI untuk berani menolak deklarasi organisasi advokat KAI lain di daerah-daerah selain KAI yang awalnya didirikan oleh parta advokat senior Indra Syahnun Lubis dan Adnan Buyung Nasution tahun 2008. Kak Mia juga meminta para Advokat untuk tetap fokus membela para masyarakat pencari keadilan.
“Untuk semua para advokat disini, mari jangan lupa, kita ini pejuang advokat. Untuk itu ayo kita fokus bantu masyarakat untuk cari keadilan, itu nomor satu,” ujarnya.
Sementara itu, Faisol, Ketua DPC KAI Kabupaten Ngawi yang turut hadir dalam Rakernas mengatakan, bahwa KAI berkomitmen untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan harus berani berjuang untuk kepentingan masyarakat.
“KAI tanpa ada rasa takut bersedia mendampingi pada masalah apapun selama itu membela kebenaran, dan KAI siap berjuang untuk menjadi pengacara profesional, bonafide dan sangat diharga oleh masyarakat,” jelas Faisol.

Sekretaris DPC KAI Kabupaten Ngawi, Gembong Pranowo, menambahkan, dalam agenda Rakernas juga diluncurkan buku yang berjudul Sejarah Kongres Advokat Indonesia – Wadah Pemersatu Advokat Pejuang. Buku Sejarah KAI yang disusun oleh Herman Kadir, Trubus Rahardiansyah, Agus Saputra, dan Muchamad Chakim ini hadir dalam versi digital dan cetak.
“Buku Sejarah KAI akan sangat penting untuk dapat memberitahukan kepada semua pihak bahwa KAI yang sesungguhnya adalah yang didirikan sesuai undang-undang. Bukan yang dibentuk hanya atas dasar kesepakatan-kesepatan di luar Amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat,” pungkas Gembong.

