
majalahnetral.com – Kirab Budaya Nusantara dalam rangka peringatan satu abad berdirinya perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) digelar di sepanjang jalan protokol Bojonegoro sampai dengan Ngawi. Acara terpusat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Rabu siang (13/7).
Ribuan pesilat PSHT berjajar di pinggir jalan menyambut kedatangan tim kirab Bima. Setibanya di Kota Ngawi Ramah, rombongan Kirab Budaya Nusantara disambut secara langsung oleh Ketua PSHT Cabang Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta tokoh PSHT setempat, di pintu gerbang Alun – Alun Merdeka. Selanjutnya rombongan kirap jalan kaki menuju Pendopo Wedya Graha.
Dalam sambutannya, Ketua PSHT Cabang Ngawi yang akrab disapa Mas Antok ini mengatakan bahwa adanya kirab budaya sebagai momentum spesial, dimana mampu kembali membangun kerukunan, baik bagi warga PSHT sendiri maupun dengan antar perguruan silat yang ada di Kabupaten Ngawi.
“Alhamdulillah pada hari ini berlangsung penyambutan kirab budaya dalam rangka peringatan satu abad PSHT. Ini merupakan momentum yang spesial bagi seluruh warga PSHT, sehingga kami juga mengundang seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Ngawi,” ujar Mas Antok.
Sementara itu, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerjoko, yang juga turut hadir secara langsung di Pendopo Wedya Graha Ngawi, mengatakan bahwa pengumpulan tanah dan air yang berasal di seluruh cabang di Indonesia ini, memiliki maksud untuk mempersatukan keanekaragaman warga PSHT yang terbingkai menjadi satu yaitu persaudaraan. Pengumpulan tanah dan air dari 354 cabang terbesar di 34 provinsi di Indonesia.
“Hal ini dimaksudkan bahwa, tanah dan air ini menggambarkan keragaman yang ada di SH Terate, bahwa warga PSHT ini heterogen dengan latar belakang kehidupannya, baik itu sosial, suku, agama, ras, derajat, pangkat, kekayaan. Namun kita tetap dalam satu bingkai persaudaraan. Kita memiliki komitmen untuk menjaga 4 konsensus kebangsaan, yaitu, Pancasila, UUD ’45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.
Sebagai puncak acara, Ketua PSHT Cabang Ngawi, Mas Antok menyerahkan tanah dan air dari Ngawi ke tim kirab budaya nusantara untuk dibawa ke Padepokan PSHT Pusat Madiun. Setelah seluruh rangkaian selesai, tim kirab budaya nusantara melanjutkan perjalanannya untuk menuju Padepokan PSHT Pusat Madiun, yang berada di Jalan Merak, Kota Madiun. (Tim)

