Senin, 2 November 2026

Tugu Perguruan Pencak Silat di Kecamatan Geneng Dibongkar

Pembongkaran tugu perguruan pencak silat menggunakan alat berat. (Foto: Tim)

majalahnetral.com | Ngawi – Pembongkaran tugu perguruan silat di wilayah kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berlangsung pada hari Minggu (17/9/2023). Pembongkaran dilakukan secara bersama-sama melibatkan forkopimda kecamatan Geneng dan perwakilan masing-masing perguruan pencak silat.

Pembongkaran tugu perguruan silat ini dilakukan berdasarkan surat edaran dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur bernomor 300/5984/209.5/2023 tertanggal 26 Juni 2023. Surat itu berisi imbauan pada pengurus perguruan silat masing-masing untuk menertibkan atau membongkar tugu perguruan silat secara mandiri.

Salah satu ketua perguruan pencak silat di wilayah kecamatan Geneng, Gembong Pranowo, mengaku kecewa dan kurang ikhlas dengan perobohan tugu-tugu pencak silat. Menurutnya, tugu-tugu tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain.

“Saya kurang ikhlas dengan perobohan tugu-tugu pencak silat ini. Seharusnya tugu-tugu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain, misalnya sebagai monumen atau yang lainnya,” kata Gembong Pranowo, ketua ranting PSHT Geneng.

Pembongkaran tugu perguruan silat ini telah disepakati sebelumnya oleh paguyuban pencak silat pada rapat di mapolsek Geneng yang dihadiri oleh Kapolsek Geneng, Camat Geneng dan Danramil Geneng pada Selasa malam (13/9/2023).

Dalam rapat tersebut, paguyuban pencak silat yang terdiri dari PSHT, IKSPI, Pagar Nusa, Gubug Remaja, Cempaka Putih dan PSHW, sepakat untuk membongkar tugu-tugu perguruan silat secara mandiri. Pembongkaran dilakukan secara bertahap dimulai pada tanggal 17 September 2023.

Kapolsek Geneng melakukan koordinasi dengan sejumlah pengurus perguruan pencak silat sebelum melakukan pembongkaran tugu. (Foto: Tim)

Pembongkaran tugu perguruan silat ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian masyarakat mendukung pembongkaran tersebut, namun sebagian lainnya menyayangkan pembongkaran tersebut.

Masyarakat yang mendukung pembongkaran tersebut menilai bahwa tugu-tugu perguruan silat tersebut berpotensi menimbulkan konflik antar perguruan silat. Sementara itu, masyarakat yang menyayangkan pembongkaran tersebut menilai bahwa tugu-tugu perguruan silat tersebut merupakan bagian dari sejarah dan budaya. (tim)

Berita Terkini