majalahnetral.com – Hadirnya Rumah Sakit (RS) Geneng yang telah diresmikan beberapa bulan yang lalu, masih belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Peralihan layanan dari Puskesmas Geneng ke RS Geneng justru membuat bingung.

Gembong Pranowo, tokoh masyarakat Geneng mengatakan, bahwa warga Kecamatan Geneng kesulitan mendapatkan layanan rawat inap. “Ada warga sakit yang ingin rawat inap di Puskesmas Geneng tapi ditolak karena layanan rawat inap dialihkan ke RS Geneng. Padahal saat ini izin operasional RS Geneng masih dalam proses sehingga rawat inap juga belum tersedia. Hal ini membuat bingung bagi warga Geneng,” keluh Gembong, Rabu (27/7).
Gembong menyayangkan proses peralihan layanan dari Puskesmas Geneng ke RS Geneng berjalan tak sesuai rencana. Harusnya pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi sudah menyiapkan rencana yang matang dalam proses peralihan layanan ini. “Adanya 2 tempat layanan kesehatan di Kecamatan Geneng seharusnya bisa bermanfaat bagi warga, tapi malah merugikan warga dengan kondisi seperti ini. Semoga Dinkes Ngawi segera mencarikan solusi untuk permasalahan ini, ” ungkap Gembong.
Menurut pantauan majalahnetral.com, sebanyak 41 pegawai Puskesmas Geneng saat ini belum mendapat tugas yang jelas. Rencananya, puluhan pegawai tersebut akan bertugas di RS Geneng, tetapi operasional rumah sakit tipe D ini belum berjalan.
Sementara itu, sampai berita ini dimuat, Yudono Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, masih belum bisa dihubungi untuk menanggapi permasalahan rawat inap di Puskesmas Geneng maupun di RS Geneng. (Tim)

